Herinaaa’s Weblog


POLTEK KEDIRI

Poltek Kediri Bergolak

Mahasiswa Tolak Transfer ke Poltek Malang
KEDIRI – Politeknik Kediri bergolak. Para mahasiswanya merasa kebingungan karena legalitas program diploma tiga (D-3) yang mereka tempuh jadi tak jelas. Sebab, oleh pihak kampus, para mahasiswa tersebut diminta transfer ke Poltek Negeri Malang dengan tambahan biaya yang relatif mahal bagi mereka.

mahasiswa yang resah tersebut terwakili dari pernyataan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltek Kediri Agung Kartiawan. Selama ini, menurut Agung, mahasiswa menganggap program yang mereka tempuh adalah D-3.

“Kami sangat terkejut, soalnya sejak awal di brosur diberitahu kalau diploma tiga. Tapi tiba-tiba diminta transfer ke Malang,” katanya kepada Radar Kediri.

Agung mengaku telah mengirimkan permohonan hearing dengan DPRD Jumat (28/3) lalu. Mereka ingin berdialog terkait kebijakan kampus yang meminta para mahasiswanya transfer ke Poltek Negeri Malang.

Keputusan itu, menurut Agung, sangat memberatkan mahasiswa. Selain tak punya persiapan untuk transfer ke Poltek Malang, mereka juga dikenai biaya tambahan. Nilainya sangat besar bagi kantong mahasiswa tersebut. Yaitu senilai Rp 7 juta sebagai biaya transfer. Hal itulah yang membuat para mahasiswa keberatan bila disuruh melakukan transfer. Mereka tak memiliki uang sebanyak itu.

Padahal, tambah Agung, jika mahasiswa tidak mau transfer ke Poltek Malang dan memilih Poltek Kediri, mereka harus menunggu dua tahun hingga program D-3 dibuka. Kebijakan inilah membuat mahasiswa kecewa karena kampus terkesan lepas tangan dengan nasib mereka. “Bagaimana kami bisa menunggu dua tahun?” keluhnya.

Sejak beroperasi pada 2006, Poltek Kediri sudah memiliki 249 mahasiswa. Angkatan 2006 sebanyak 99 mahasiswa, dan angkatan 2007 terdapat 150 mahasiswa. Angkatan kedua yang bulan ini baru masuk semester dua juga terancam merasakan nasib seperti angkatan pertama. Terkatung-katung statusnya karena program D-3 juga belum mendapat izin. Sampai sekarang, status Politeknik Kediri sebatas Community College yang hanya berhak menggelar program diploma satu (D-1).

Permasalahan yang membelit mahasiswa Poltek Kediri ini langsung memantik reaksi anggota DPRD. Menurut anggota Komisi C Ahmad Salis, pihak kampus tidak boleh lepas tangan dengan permasalahan yang menimpa mahasiswanya. Kalaupun siswa harus transfer ke Poltek Malang, administrasinya harus diurusi oleh pihak kampus. “Jangan biarkan mahasiswanya mengurus sendiri, kasihan,” katanya.

Mengenai status Politeknik Kediri, menurut Salis, bukan hanya mahasiswanya yang kebingungan. Komisi C yang membidangi pendidikan juga belum mendapat kejelasan. Hasil koordinasi sebelumnya, poltek sudah bisa beroperasi mulai tahun ini. Tetapi, dengan perintah transfer ke Poltek Malang itu mengindikasikan bahwa Poltek Kediri masih belum legal. “Nanti kami akan meminta kejelasan tentang ini dalam hearing,” lanjut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Dikonfirmasi mengenai keluhan para mahasiswanya itu, Direktur Poltek Kediri Muhammad Zaini angkat bicara. Dia berdalih bahwa para mahasiswa sudah pernah mendapat penjelasan tentang status Poltek Kediri. Diakuinya, untuk dua angkatan terdahulu statusnya belum Poltek Kediri tetapi baru berbentuk Community College “Izinnya (Poltek) baru keluar tahun ini. Jadi baru berlaku penerimaan mahasiswa baru tahun ini,” terangnya ketika dihubungi via telepon selular kemarin.

Menurut Zaini, pihak kampus memberikan dua opsi. Pertama, mereka transfer ke Poltek Malang dengan mengikuti sistem pembelajaran dan pembiayaan di sana. Untuk memudahkan siswa, perkuliahan dilakukan di Kota Kediri dengan mengundang dosen Poltek Malang.

Konsekuensi dari opsi pertama mahasiswa harus membayar lebih mahal sesuai standar Poltek Malang. Biaya itu menyangkut biaya perkuliahan serta biaya awal mahasiswa.

Opsi kedua, mahasiswa menunggu pengoperasian Poltek Kediri. Sehingga mereka bisa melanjutkan kuliah pada 2009 nanti. “Waktu luang yang dipunyai mahasiswa akan digunakan untuk praktik kerja lapangan di perusahaan secara gratis,” lanjutnya.

Permasalahan yang muncul belakangan, lanjut Zaini, karena sejumlah mahasisa keberatan untuk membayar biaya kuliah tambahan sesuai dengan standar Poltek Malang. Untuk meredam gejolak mahasiswa, Zaini mengaku akan membicarakan ulang hal tersebut.(ut/fud)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: